Usai Derby Manchester, Peran Pogba Dipertanyakan

Usai Derby Manchester, Peran Pogba DipertanyakanDerby Manchester di Old Trafford telah usai dengan kemenangan yang berhasil direbut Manchester City.  Setan merah harus mengakui kemenangan Manchester City dengan skor 2-1. Banyak yang bertanya kemana peran lini lapangan tengah The Red Devils, Paul Pogba?

Cukup wajar jika hal ini dipertanyakan ke kubu Setan Merah. Paul Pogba yang bergabung ke Old Trafford sebagai status pemain termahal dunia sejauh ini belum dapat memberikan kontribusi dan peran signifikan dalam strategi permainan yang di arsiteki Jose Mourinho.

Setelah menelan pil pahit atas kekalahan dari Manchester City berbagai kritikan dan sindiran mulai mencuat dari sejumlah pengamat sepakbola Inggris dan juga beberapa suporter MU. Mereka mempertanyakan efektifitas Pogba yang ditampilkan dalam tiga laga awal Premier League.

[table “10” not found /]

Seusai pertandingan Mourinho di kritik “Ketika Anda memboyong Pogba dan memecahkan rekor transfer dan pemain yang Anda jual berhasil menjadi Man of The Match #DeBruyne,” tulis pemilik twitter @BMRisingTV

Mourinho menurunkan Pogba sebagai gelandang bertahan lapangan tengah bersama Mourane Fellaini dengan formasi 4-2-3-1. Kedua pemain mendukung lini tengah MU, yang ditempati Wayne Rooney, Lingard dan Henrikh Mkhitaryan pada saat menghadapi pasukan Pep Guardiola.

Sepanjang babak pertama, Paul Pogba terlihat kurang mempertahankan bola dengan baik saat bertahan. Menurut penilaian Squawka, Pogba berhasil memberi umpan rata-rata hanya 69 persen, duel dengan sundulan kepala di udara dan tekel juga jauh dibawah standar, yakni 60 dan 67 persen

Peran Pogba dalam membangun serangan Manchester United juga tidak agresif. Selama pertandingan, pemain asal Prancis itu hanya mampu melepaskan satu tembakan di luar target. Upaya tembakan itupun dilakukan Pogba di menit-menit awal pertandingan.

[table “10” not found /]

Keputusan Mourinho menurunkan Lingard dan Mkhitaryan juga merupakan salah satu faktor penyebab tidak maksimalnya performa Pogba, karena kedua pemain itu sering duduk di bangku cadangan dan ternyata kurang efektif.

Kedua pemain itu beberapa kali terlihat sering kehilangan bola di sisi sayap. Paul Pogba dengan posisi gelandang bertahan juga terlihat ragu akan memberi umpan kepada kedua pemain tersebut. Sebagai alternatif lainnya adalah memberikan umpan kepada Rooney di tengah lapangan.

Akan tetapi peran posisi lapangan tengah The Citizens yang dihuni oleh Fernandinho cukup berhasil membendung ruang gerak Rooney. Yang mana, pada babak pertama permainan City terlihat jauh lebih dominan. Dari catatan Premier League, Manchester City pada babak pertama berhasil memperoleh 67 persen dari segi penguasaan bola

Memasuki babak kedua, The Special One langsung menggantikan Lingard dan Mkhitaryan. Namun Manchester United pada saat itu belum dapat menyamakan kedudukan hingga wasit meniup peluit akhir.

[table “10” not found /]




Back to Top ↑