Prediksi Final Euro 2016: Memenangkan Perang Semenanjung Iberia

Sudah tidak dapat disangkal lagi bahwa partai puncak Euro 2016 adalah dua negara Semenanjung Iberia. Portugal yang seluruh wilayahnya berada di semenanjung tersebut akan berhadapan dengan Perancis yang sebagian wiilayahnya terletak di semenanjung yang memiliki banyak peninggalan kuno tersebut. Pertandingan ini akan menunjukkan kekuatan antara si kecil Portugal melawan si besar Perancis yang unggul di bidang politik dan ekonomi dibandingkan si kecil tersebut. Pertandingan puncak ini memang akan menentukan siapa yang terbaik di Eropa persepakbolaannya. Namun, tetap saja membawa gengsi antara kedua negara. Perancis sebagai negara terkaya kedua di Uni Eropa saat ini (pasca Brexit) pasti tidak akan sudi untuk mengalah bagi Portugal yang notabene pada krisi 2008 nyaris bangkrut karena hampir tidak dapat membayar hutang-hutangnya. Maka dari itu, pertandingan ini sarat dengan ambisi dan gengsi.

Menyerang adalah Bentuk Pertahanan Terbaik

Portugal dan Perancis diprediksi akan bertarung dengan gaya permainan menyerang. Fernando Santos dan Didier Deschamps selaku pelatih kepala dari Tim Nasional Portugal dan Tim Nasional Perancis mengetahui hanya itu jalan satu-satunya. Mencetak gol sebanyak-banyanya tanpa terlalu mengharapkan pertahanan melakukan penguasaan bola terlalu banyak adalah pilihan yang tepat untuk menekan lawan.  Portugal memiliki Cristiano Ronaldo dan Luis Nani, Perancis memiliki Antoine Griezmann dan Paul Pogba. Mereka adalah bontang masing-masing negara dan terkenal karena kemampuannya menjebol gawang lawan. Antoine Griezmann sebagai pemuncak Pencetak Gol Terbanyak sementara memang sedang unggul jauh sebanyak 6 gol dari pesaing terdekat, yakni Olivier Giroud, Cristiano Ronaldo, dan Dimitri Payet yang masing-masing membukukan 3 gol. Keampuan Perancis dalam menyerang sudah teruji dan stabil dalam setiap pertandingan yang di lalui setelah melewati fase penyisihan grup. Kemenangan atas Jerman 2-0, kemenangan atas Eslandia 5-2, dan kemenangan atas Irlandia 2-1 telah menjadikannya sebagai tim terproduktif di turnamen Euro 2016. Sementara itu, si “tim biasa-biasa saja” alias Portugal “baru” memperlihatkan tajinya pada pertandingan lawan Wales dengan kemenangan 2-0. Namun, kedua tim sama-sama disimpulkan berhasrat untuk menerapkan strategi menyerang untuk bertahan dari serangan lawan.

Banjir Gol? Tentu!

Dengan tampilinya di babak final ini, tentu Griezmann akan berjuang habis-habisan untuk menambah pundi-pundi golnya yang sejalan dengan strategi tim menyerang lawan. Begitupula dengan Cristiano Ronaldo yang selalu haus gol. Sundulannya ke gawang Wales di semifinal menjadi petanda kesuburannya mencetak gol telah bangkit kembali. Ronaldo memiliki rekam jejak dapat mencetak hattrick dalam satu pertandingan. Hal ini patut diwaspadai karena tim lawan mencetak gol, berarti tim harus mencetak gol lebih banyak lagi. Tidak menutup kemeungkinan pula bahwa pertandingan ini akan menciptakan rekor baru sebagai pertandingan yang menciptakan banyak gol dibandingkan pertandingan Perancis vs Eslandia yang berakhir dengan skor 5-2. Hal ini didasarkan pada pertandingan Portugal vs Hongaria yang berakhir 3-3. Dari pertandingan tersebut terlihat bahwa ketika Perancis nantinya akan mencetak gol lewat Olivier Giroud dan kawan-kawan, Portugal akan membalas setiap golnya melalui Ronaldo, Nani ataupun Sanches. Maka dari itu, dapat dibayangkan jika Perancis saja mampu menciptkan 3 gol, maka Portugal akan membalas demikian bahkan mungkin lebih dari itu. Kedua tim telah memiliki puncak rasa percaya diri untuk saling mengalahkan tim lawannya dan menjadi juara.

Namun jika menurut hasil analisa dari m88, Prancis kendati bermain di depan pendukung mereka sendiri layak waspada dengan status kuda hitam Portugal. Prancis secara garis besar lebih berat bebannya lantaran wajib menang, sementara Portugal sendiri akan lebih tampil all out dan santai pada laga ini.




Back to Top ↑