Kursi Panas David Moyes Bersama Sunderland

Dua pekan baru berlangsung di ajang Premier League, dua kali juga Sunderland harus menderita kekalahan. Pelatih David Moyes juga sependapat bila skuadnya diperkirakan bakal kembali berjuang di zona maut.

[table “10” not found /]

Beberapa musim silan Moyes pernah jadi sosok pahlawan Everton. Ia datang pada bulan Maret musim 2002 mengambil alih jabatan dari Walter Smith ketika Everton tengah berada di bawah bayang-bayang degradasi. Polesan Moyes lalu bikin The Toffees dapat menutup musim di peringkat ke-15 serta terus berada di Premier League.

Sesudah musim yang penuh ancaman itu, beberapa pendukung Everton bahkan juga dapat di buat Moyes bergembira lantaran pada musim penuh debutnya 2002-03, ia segera mengantar tim tersebut menutup musim di peringkat ke-7. Ada juga kesuksesannya mengantar Everton peringkat empat pada musim 2004–05.

Sentuhan tangan dingin tersebut juga yang kelihatannya sangat diinginkan beberapa pendukung Sunderland yang sepanjang sebagian musim paling akhir terlalu akrab dengan zona rawan di Premier League. Namun Moyes bukan pesulap yang mendadak dapat bikin semuanya berlangsung lancar.

“Well, mereka mungkin saja ada benarnya, ” kata Moyes di BBC saat di tanyakan tentang asumsi pendukung yang mencemaskan tim kesayangannya bakal kembali melawan  hindari zona rawan musim ini.”

“Di posisi tersebut mereka ada tiap-tiap musim sepanjang empat musim paling akhir, jadi apa dapat berubah secara mendadak? Saya rasa kenyataan tersebut tak dapat disembunyikan”

“Beberapa orang saat ini mungkin saja kurang antusias lantaran mereka berharap suatu hal bakal berubah secara mendadak. (Namun) Mustahil dapat ada pergantian dengan cara seperti itu di sepakbola, ” papar peracik taktik yang ditunjuk sesudah Sam Allardyce jadi pelatih tim nasional Inggris itu.

[table “10” not found /]

Moyes, yang saat sebelum ini mengatasi Real Sociedad serta Manchester United, tak kuasa menghindari Sunderland dari kekalahan 1-2 waktu menjamu tim promosi Middlesbrough serta saat sebelumnya juga dengan angka 1-2 di kandang Manchester City pada minggu pertama.

Dua hasil itu di pertandingan awal, sama seperti awal musim kemarin, bikin ‘Si Kucing Hitam’ waktu ini mesti telah berada di peringkat tiga bawah papan menjadi satu dari tiga tim yang masih tetap tanpa nilai–bersama Crystal Palace serta Bournemouth.

Menjadi catatan, musim kemarin Sunderland perlu hingga minggu 10 untuk mencetak kemenangan awal mereka, sesudah enam kali kalah serta tiga hasil seri di sembilan laga perdana.

Sepanjang empat musim paling akhir, Sunderland juga terlihat tidak jauh dari zona degradasi Premier League dan berupaya terus untuk meneruskan eksitensinya di divisi paling atas mulai sejak musim 2007-08. Sepanjang periode itu dengan cara berturut-turut Sunderland berada di peringkat 17, 14, 16, serta 17–seringkali bertahan melalui kebangkitan di akhir musim.

Steve Bruce, Martin O’Neill, Paolo di Canio, Gus Poyet, Dick Advocaat, serta Allardyce, terlebih dulu mengatasi Sunderland sepanjang lima musim paling akhir. Banyaknya jumlah sosok manajer itu menggambarkan begitu susahnya jadi manajer Sunderland dan yang telah memutuskan untuk mengambil jabatan itu seperti rela menduduki suatu ” kursi panas “. Khususnya lantaran BBC menyebutkan kalau selepas musim 2010-11, ada saja perubahan manajer yang dikerjakan oleh Sunderland waktu musim tengah berlangsung.

[table “10” not found /]




Back to Top ↑