4 Hal Yang Dipetik Dari Hasil Liverpool Atas Milan

Liverpool sukses menang 2-0 atas AC Milan pada hari Sabtu di Stadion Levi pada laga bagian dari ICC 2016. Gol dari Divock Origi dan Roberto Firmino memberi skuat Jurgen Klopp sebuah kemenangan yang layak.

[table “10” not found /]

Berikut adalah 4 hal yang bisa kita pelajari dari laga Liverpool VS AC Milan:

  1. Origi mengambil bagian dari mana ia tinggalkan

Pemain timnas Belgia itu mengeluarkan performa terbaik menjelang akhir musim 2015-16 sebelum cedera berkelanjutan yang dideritanya kala berhadapan melawan Everton pada April harus menghambat striker muda ini di musim pertamanya untuk klub.

Origi memang tampil sebagai pemain pengganti pada pertandingan terakhir Liverpool musim ini melawan Sevilla di final Liga Europa dan gagal mengantarkan The Reds meraih trofi itu.

Namun, dalam 45 menit melawan Milan, sang pemain terlihat fit dan bermain gemilang menjelang dimulainya Liga Premier. Origi beradu dengan bek tengah Milan dan memberikan gelandang The Reds lebih banyak ruang untuk menciptakan peluang.

Dalam pertandingan yang ketat, Origi mampu mencetak gol pembuka. Pemain berusia 21 tahun itu sukses menceploskan bola ke jala gawang Milan usai menusuk melalui kotak penalti.

[table “10” not found /]
  1. Coutinho bermain bersinar

Pemain Brasil ini telah mengambil posisi di sayap kiri sejauh laga di pra-musin ini. Namun pada kenyataannya, Coutinho mampu bermain hanyut ke tengah lapangan di pertandingan kontra Milan dan mampu efektif setiap kali ia masuk ke dalam kotak penalti lawan. Mengambil bola lebih dekat gawang sendiri memberikan pemain berusia 24 tahun itu peluang untuk mengangkat kepalanya dan menerima umpan dari Sadio Mane dan Daniel Sturridge.

Coutinho memiliki bakat untuk memberikan umpan dengan akurasi yang jadi cara The Reds untuk membuka pertahanan Milan di babak pertama. Mengingat banyak pilihan Liverpool di lini penyerang tengah, Klopp bisa mempertimbangkan menggunakan Coutinho di lini lebih sentral – di mana ia sering digunakan pada awal karirnya di Liverpool.

  1. Wijnaldum bermain dimana-mana

Kemampuan Georginio Wijnaldum ini sangatlah unik, dia mau bermain di posisi mana saja di lini tengah.Pemain timnas Belanda itu membuat debut di The Reds melawan Milan dengan sangat baik dalam menempati starter di pusat lini tengah. Wijnaldum terus-menerus mencoba masuk ke kotak pinalti melawan Milan.. Sejauh ini menunjukkan bahwa Wijnaldum akan menjadi pilihan yang baik untuk Klopp musim panas ini.

  1. James Milner bermain sebagai full-back

Ketika Milner pindah ke Liverpool, salah satu alasan yang membuatnya beralih ke Anfield adalah janji manajer Brendan Rodgers ‘bermain di posisi lini tengah yang ia sukai.

Hal ini jelas berubah sejak musim 2015, dan Milner tampaknya akan menemukan dirinya digunakan oleh Klopp musim ini. Pemain berusia 30 tahun itu diberi kesempatan bermain di lini tengah setelah setengah-waktu.

Namun, permainan defensif Milner cukup memadai dan dia memenuhi persyaratan mendasar untuk menempati posisi bek sayap. Dia mungkin tidak suka bermain di sana, tapi ia mungkin harus mau dijadikan pilihan utama untuk Klopp pasangdi posisi full-back.

[table “10” not found /]




Back to Top ↑