3 Hal Yang Dipetik Dari Kekalahan Leicester Atas PSG

Leicester City harus menelan pil pahit atas kekalahan telak memalukannya kala bertemu Paris Saint-Germain di laga lanjutan ICC 2016 tadi malam. Laga Leicester vs PSG berakhir dengan skor 0-4.

Berikut adalah 3 hal yang kita pelajari dari kemenangan juara Ligue 1 atas juara Premier League.

[table “10” not found /]

Riyad Mahrez terlihat gelisah

Mahrez sekali lagi tampil di starting XI, tapi ia gagal untuk memberikan efek yang sama pada permainan seperti yang ia lakukan melawan Celtic pada pertandingan pembuka ICC Leicester di Glasgow. Dia terus dikaitkan dengan kepindahannya ke Arsenal, meskipun Claudio Ranieri mengklaim bahwa ia yakin “100 persen ” Mahrez akan tetap tinggal .

Leicester tidak harus menjual Player of the Year FA ini. Bahkan tanpa kesepakatan baru ia dikontrak untuk klub sampai 2019 dan tidak memiliki klausul pelepasan. Tetapi tidak ada gunanya menggantung ke pemain yang ingin berada di tempat lain. Manajer Arsenal Arsene Wenger berada di pertandingan pada hari Sabtu dan membuat salah satu sorakan terbesar malam itu. Ia mengklaim bahwa datang karena Arsenal juga sedang di Los Angeles, dan hanya kebetulan menonton laga itu.

The Gunners memang akan menghadapi The Foxes pada game kedua dari Liga Premier 2016-17, sehingga ia bisa bilang datang menonton untuk menjalankan pekerjaannya, tetapi kenyataan bahwa banyak pihak yakin ia memang datang untuk membidik Mahrez yang merupakan sasaran utamanya di bursa transfer musim panas ini.

Ahmed Musa membutuhkan waktu

Rekor transfer Leicester, Musa belum menemukan performa terbaiknya. Itu tidak mengherankan. Pria mantan pemain CSKA Moskow ini telah menunjukkan sekilas kecepatannya, tapi belum tampak sangat tajam di depan gawang. Dia benar-benar baru bisa menunjukkan kinerja bagusnya di babak kedua sebagai penghibur untuk Leicester.

[table “10” not found /]

Musa akan merasa jauh lebih mudah setelah Jamie Vardy kembali dari cedera. Tidak hanya pencetak gol terbanyak Leicester itu akan mengurangi beberapa tekanan pada dirinya, pasangan ini bisa mulai menempa kemitraan.

Mereka bekerja sama dalam pelatihan, tapi bermain di pertandingan resmi keduanya belum memiliki kesempatan untuk melakukan hal ini. Dengan Vardy masih belum pulih dari operasi pergelangan tangan mereka mungkin penggemar tidak dapat melihat Musa berkolaborasi dengan Vardy sampai musim dimulai.

N’golo Kante tidak terjawab

Seorang pemain tengah seperti N’golo Kante tidak benar-benar terasa kehilanggan kala The Foxes melawan Oxford atau Celtic, tapi kala melawan PSG kehilangan dominasi Kante  di lini tengah begitu kerasa. Langkah Kante untuk pegi ke Chelsea meninggalkan lubang yang nampaknya Nampalys Mendy belum mampu mengisi perannya, tetapi kuncinya adalah bukan hanya namanya di tengah, tapi kerja sama yang sudah mereka tempa sebelumnya sudah berjalan baik.

Di atas kertas Leicester memiliki Mendy, Drinkwater, Almartey, Andy King, Matty James dan bahkan  mantan kapten Swiss, Gokhan Inler. Setiap individu adalah gelandang tengah yang sangat mumpuni, tapi pertanyaannya belum ada sehebat Kante dalam hal membuat kerja sama di lini tengah. Ranieri belum tahu. Dia coba menguji Mendy dan Almartey melawan PSG, namun pasangan ini tidak tampak cocok.

[table “10” not found /]




Back to Top ↑