Rusia dan Inggris Diancam Dikeluarkan dari Euro 2016

Laga Euro 2016 diharapkan oleh begitu banyak orang menjadi laga bergengsi dan akbar, apalagi terdapat begitu banyak pemain kelas dunia yang ikut berpartisipasi dalam laga yang satu ini. Tetapi, tahun ini, nama laga ini harus tercoreng berkat tindakan tidak sportif yang ditunjukkan oleh para pendukung tim nasional Rusia dan Inggris.

Teguran dari UEFA untuk Inggris dan Rusia

Atas tindakan anarkis yang dilakukan oleh timnas Rusia dan Inggris, UEFA mengancam akan mendiskualifikasi kedua negara dari ajang Euro 2016. Atas tindakan anarkis selama 3 hari yang berlangsung di Marseille, UEFA menegur federasi sepakbola kedua negara “untuk menghimbau para penggemar mereka untuk bertindak secara adab dan bertanggungjawab” selama kompetisi di Perancis.

Rusia sendiri berada di fase kritis mendapatkan sanksi disiplin dari UEFA setelah para penggemarnya menyerang pendukung Inggris di dalam Stade Velodrome setelah pertandingan perdana grup B yang berakhir 1-1. Meski tidak memulai insiden, para penggemar Inggris dituduh mengambil bagian dalam insiden ini karena kehadiran mereka selama 3 hari di lokasi kejadian.

Dalam pernyataannya, UEFA “memperingatkan kedua federasi sepakbola – terlepas dari keputusan apapun yang akan diambil komisi etik dan disiplin – UEFA tidak akan segan-segan menambah sanksi untuk federasi sepakbola Rusia dan Inggris, termasuk kemungkinan diskualifikasi dari turnamen apabila tindakan kekerasan terjadi kembali.”

Tanggapan Inggris

Adapun Asosiasi Sepakbola Inggris menanggapi peringatan ini dengan “amat serius.” Pihak yang berwenang mengatakan bahwa mereka memahami dampak yang mungkin terjadi akibat tindakan para penggemar mereka dan asosiasi akan melakukan segala tindakan untuk mendorong mereka bertindak lebih beradab dan bertanggungjawab. Adapun peringatan ini sendiri diberikan UEFA setelah pertemuan mendadak untuk membahas kerusuhan serta fasilitas keamanan yang meliputi 10 stadion di seluruh Perancis yang digunakan selama ajang Euro 2016. UEFA mengatakan bahwa lembaga mereka memahami sepenuhnya risiko keamanan yang berkembang di Stade Velodrome dan akan mengupayakan tindakan untuk memperkuat keamanan dari segi personel keamanan di stadion dengan turut melibatkan otoritas keamanan lokal.

Rusia?

Di lain pihak, UEFA telah menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas pelanggaran ketertiban umum, tindakan rasis yang dilakukan penggemar, dan penyalaan kembang api ketika pertandingan tengah berlangsung. Adapun komisi disiplin UEFA akan melangsungkan pertemuan pada hari Selasa ini untuk menentukan sanksi sebelum pertandingan lain yang akan mengambil tempat di Lille pada hari Rabu nanti.

Bukan hanya kali ini saja

Rusia bukan hanya kali ini saja terlibat dengan insiden pada laga Euro. Saat UEFA mengatakan bahwa kemungkinan tim nasional negara beruang merah akan dijatuhi sanksi lagi, sejarah mencatat bahwa di tahun 2012, kejadian serupa pernah terjadi. Ketika itu, menanggapi insiden yang terjadi, UEFA memutuskan untuk memberi serangkaian sanksi kepada Perserikatan Sepakbola Rusia, termasuk denda. Adapun insiden saat itu terjadi pada saat pertandingan antara Polandia dan Ukraina.

Meksipun UEFA menganggap federasi sepakbola nasional bertanggungjawab atas tindakan para penggemar timnas mereka di dalam stadion, biasanya keputusan tidak akan menggangu pertandingan yang lain. Inggris misalnya akan kembali bertanding melawan Wales di Lens pada Kamis mendatang, sehari setelah Rusia melawan Slovakia di Lille. Hal ini setidaknya memberi sedikit kelegaan bagi kedua tim nasional untuk dapat memfokuskan diri pada pertandingan yang menanti mereka.




Back to Top ↑